Tapi ternyata masih belum ada kabar, secuil pun.
Its been 6 month since you decided to leave me behind, with uncertain feeling.
Tidak bisa begitu saja melepas semua setelah banyak hal yang saya korbankan untuk ini semua. Tapi seperti yang kamu bilang, siapapun bisa keluar masuk seenaknya kedalam hidupmu, begitu juga saya. Mungkin saat ini sudah ada perempuan lain yang sedang kamu pandangi lekat-lekat garis wajahnya sambil terus menebarkan senyum.
Dan ketika tersadar ada orang lain yang lebih mencintai, mundur adalah sebuah pilihan bijak.
#Afternoon affair
Demi sebuah kenangan..
Tetiba di Grand Lucky SCBD saya langsung memilih sofa di pojok kanan yang biasa kita pilih untuk bertemu. Sesaat duduk dan meletakan tas, dan kemudian membuang pandangan ke sekitar restoran vintage unik ini. Ada sesuatu yang berdesir lembut menyelusup kedalam hati dan membiarkan saya tenggelam dalam diam.Tempat ini, demi sebuah kenangan Saya datang kembali :)
Kamu ingat sofa pojok dekat kasir? tidak pernah merasa sebegitu terburu-buru ketika mendadak dikabari bahwa sore itu adalah hari terakhir mu di Jakarta. Antara senang dan kesal saya mencoba untuk mencuri waktu disela pekerjaan yang cukup berat, dan ojek mendadak solusi.
**
Diantara deru mesin motor,gemericik hujan dan macet jakarta, mas ojek berusaha mengejar waktu yang saya berikan. Agak cukup basah rasanya rambut dan sepatu waktu itu, tapi mendadak menjadi sepele ketika sudah terlihat di pelupuk mata, siluet mu yang sedang sibuk dengan - yang kamu bilang - hape masa kini - dari kaca restoran Ketjil Kitchen.
**
Tetibalah waktunya kita berhadapan. Tidak ada senyum yang saya berikan, padahal sejujurnya saat itu sedang merasa melonjak kegirangan karena akhirnya kita dapat bertemu kembali.
Sambil terus memperhatikan bulatan sendok yang sebetulnya biasa saja, dan gelas yang sekarang lebih tren disebut jar, kamu mulai membuka obrolan.
"Belakangan hubungan ini menjadi rancu" .. ucapmu mengawali pertemuan kita waktu itu.
Dan kemudian mengalirlah sebuah cerita tentang semua hal yang kamu rasakan pelan-pelan mulai berubah, dan mulai mengutarakan keinginan yang sebetulnya sudah tertahan lama. Dengan seksama saya berusaha memperhatikan dan mengerti, sementara tetap membiarkan lidah kaku menggantung. Membiarkan sejenak menjadi seorang pendengar yang baik, tapi mungkin ini juga adalah sebuah kejadian langka, melihat keseriusanmu menyampaikan sesuatu, tumben..kata saya dalam hati.
Kita tahu hubungan ini bermula seperti apa, hingga akhirnya dikemudian hari menemukan keinginan untuk saling memiliki.
Kamu tahu? saya sudah merasakan itu lebih dulu, siapa mencintai siapa dan siapa yang menginginkan siapa untuk tetap stay. Tapi dilain hari, kenyataan mengharuskan untuk menyerah karena jarak yang membentang, dan perasaan seseorang yang sudah kita porak-porandakan sejak hubungan ini ada.
Saya dan dia, juga kamu.
#Afternoon affair
Letters to you
Hello thereKemarin saya memutuskan untuk rehat sebentar dari pekerjaan, tapi bolos hehehe.
Seharian hanya menghabiskan waktu dengan tidur-tiduran, nonton dvd, baca buku, disambung jalan sore ke sebuah toko buku dan menghabiskan malam dengan melahap satu buku yang baru saja dibeli.
Dan itu menyenangkan, melepaskan diri dari segala beban pikiran.
Saya tahu kamu tidak akan bertanya banyak, tipe-mu itu bukan seperti pria kebanyakan. Mata itu hanya sibuk mencermati lekuk wajah yang selalu berubah sewaktu bercerita. Am i a good storyteller? yess i am :)
Biar saya kasih tahu kenapa mendadak saya butuh waktu untuk sendiri. Belakangan terlalu banyak kekecewaan dan kebingungan yang menghimpit hingga tidak tahu harus berbuat apa.
Saya butuh berhenti dari segalanya.
Dan kemudian ingat di pagi kita-entah yang sudah-keberapa kali-terbangun bersamaan, kamu pernah bilang.."ketika situasi dihadapanmu mendadak hingar bingar, mundur lah beberapa langkah sebelum memutuskan untuk masuk. Berikan waktu untuk bernafas dan merasa. Hanya untuk sekedar mengingatkan dimana kakimu berpijak saat ini.."
Me here. Lil bit sad you know..
**
Mall yang pernah kita singgahi dulu, kamu ingat? ternyata memang kurang menyenangkan untuk melakukan pelarian sesaat. Tidak banyak yang bisa saya pilih kecuali paket Happy Meal Mc.d dengan mainan-yang-yah-biasa-aja gitu -deh.
I kinda miss you dear.
How are you? How's Bali treat you?
Ingat Bali jadi ingat dengan film Eat Pray Love yang baru kemarin saya tonton. Kenapa sama persis dengan kondisi sekarang yah? sedikit bocoran saya sempat menangis dibeberapa scene film itu dear, yess saya memang cengeng hehehe. Kamu tahu kan, ga gampang jadi orang tegar dihadapan orang lain ketika kapal goyang kekiri dan kekanan. Cuma didepan kamu saya bisa tertawa sekeras-kerasnya bahkan sampai terdengar bunyi-bunyian yang dengan sekejap membaui ruangan hehehe.
Kadang hidup ga melulu menyenangkan juga ga melulu menyedihkan. Dan patah hati itu butuh effort besar untuk bisa bangkit. Tapi saya tahu kalo saya ga sendirian menjalani kesendirian seperti ini, kamu juga. Dan ini mengingatkan untuk kembali fight dengan hidup masing-masing.
Sedih rasanya ditinggal sendiri. Tapi saya ga pernah bisa memaksa kamu untuk tetep stay here my dear.
Be good kamuuuu..
See you when i see you.
Xoxo,
Me
#Afternoon Affair
Afternoon affair
Hari dimana kita bertemu pun rasanya sudah digariskan , begitu juga ketika waktu membuat kita harus memutuskan untuk menyudahi segalanya.Dihari terakhirmu, lidah mendadak kelu, hati menjadi sendu. Dan aku...hanya bisa diam termangu.
We've been through all together, but seems like everything's not good enough to make you stay here with me.
Diantara banyak pagi terbangun bersama dengan perasaan bersalah yang tiada habisnya, i just want to say "please stay, cause i do love you"
Afternoon Affair.
My newly tote bag.
Tik tok tik tok
Tubuh mungil itu tetap tidak beranjak kemana-mana, hanya sesekali membetulkan posisi duduknya diatas kursi panjang kayu yang sepertinya sebentar lagi akan lapuk termakan usia. Tangan kecilnya masih sibuk membolak-balik lembaran demi lembaran buku yang dipegangnya. Gambar ilustrasi ini sudah tidak terlihat menarik lagi untuknya, ia sengaja membawanya hanya untuk objek pengalihan semata dari segala kecemasan yang mulai menggerayangi pikirannya.
Tik..tok..tik..tok..tik..
Ia tahu persis malam itu terasa sangat sepi. Hanya angin dan suara gesekan daun-daun yang seolah-olah membisikinya dengan sendu. Ibu pernah bilang, dimusim penghujan seperti ini siapa saja enggan beranjak dari peraduan demi berkumpul dengan keluarga.
Tik..tok..tik..tok..tik..tok..
Andai saja ibu masih ada, mungkin saat ini aku sedang merebahkan kepalaku dipangkuannya dan mulai bercerita tentang kekaguman ku dengan Senja. Dan kini sudah terhitung hampir 7 tahun Ibu meninggalkanku, menyusul ayah ditempat paling spesial yang sudah Tuhan siapkan untuk mereka.
Tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..
Lembayung mendongakkan kepalanya keatas dan menengadahkan tangan mungilnya untuk memastikan rintik-rintik hujan yang sudah sedari pagi mengguyur tanah yang dipijaknya. "Oh..sudah berhenti rupanya" dalam hati.Lalu Ia kembali merapatkan Jaketnya sambil berdesis kedinginan..ssshhhh..
Tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..
Kakinya masih tidak berhenti bergoyang, di ikuti dengan senandung kecil yang ia dendangkan dari mulutnya. Lucu memang, diusia yang tidak lagi remaja, sikap dan tutur kata Lembayung terkadang masih terlihat seperti gadis belia. Tidak heran banyak yang menaruh hati padanya. Termasuk Langit, salah satu teman kantornya yang tidak pernah berhenti usaha untuk bisa mengajaknya keluar.
Tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..
Tapi entah kenapa hatinya sudah tertambat dengan Senja. Melihat sosoknya kali pertama disudut kantin kantor, membuat Lembayung tidak mampu lagi berkata-kata. Rambut ikal dan kulit putih dengan wajah ras Kaukasoid, membuat Senja terlihat sempurna dimata Lembayung. lalu pena itu..dan buku sketsa...aah Lembayung teringat sosok ayahnya yang juga seorang pelukis asal Bali. Dan kini dilihatnya kembali sosok itu dalam diri Senja.
Tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..
Jam ditangannya sudah menunjukan jam 7 malam, perempatan yang biasa dilalui sepeda motor Jupiter berplat B 6214 ef masih lenggang. Hanya sesekali terlihat angkutan umum berhenti untuk menurunkan penumpang.
Tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..
Lembayung sadar mencintai seseorang dari kejauhan seperti berteman baik dengan rasa sakit dan sesak. Keberadaan yang tidak pernah disadari Senja sering membuatnya berkali-kali menyimpan tangis karena rasa yang tertahan. Ulang tahun yang tak pernah bisa terucapkan secara lisan pun selalu ia rayakan sendiri ditempatnya. Sambil tersenyum sendu Lembayung mengucapkan selamat ulang tahun untuk kue dihadapannya yang bertuliskan "Panjang umur, Senja merah"
Tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..
Pernah terbersit keinginan untuk bertegur sapa dengannya, ketika teman-teman perempuannya mengolok-olok dirinya pengecut & kampungan. Di era modern seperti sekarang ini, perempuan menyatakan terlebih dahulu bukan lagi sesuatu yang tabu ujar Cecil salah satu teman kantornya. Tapi itu semua seperti tidak akan pernah terjadi ketika sekali waktu Lembayung berpapasan dengan Senja, lidah mendadak kelu dan seluruh anggota badan menjadi kaku.Dan kesempatan demi kesempatan berlalu begitu saja.
Tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..
"Tidak semua orang bisa bersikap normal dihadapan orang yang dicintainya sepenuh hati, dan aku memilih untuk tetap seperti ini..menyimpan dan menikmati dalam diam" ia selalu membela diri dengan mengucap kalimat ini hingga berkali-kali pada siapapun yang menyuruhnya untuk berbuat lebih jauh untuk Senja.
Tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..
Sadar akan cahaya terang yang seketika menyorot wajahnya. Lembayung spontan menutupi wajahnya dengan buku yang dipegangnya. Lalu pelan-pelan ia turunkan dan mulai melihat siapa yang baru saja lewat. Senja... sesaat dadanya berdegup kencang.
Tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..
Ia tahu apa yang dilakukannya terlihat aneh, menguntit dan menjadi seorang pengamat sejati tanpa melakukan tindakan apapun. Dan ia pun sadar lambat laun Senja akan menyadari dan mungkin saja bereaksi ketakutan karena menganggap dirinya sebagai perempuan yang bermasalah dengan kejiwaan. Ia Tidak gila, hanya saja ketakutan ini membelenggunya.
Tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..
Senja memarkirkan motornya, lalu sosok perempuan yang baru dilihatnya ikut turun dari motor dan berdiri menunggu. Sesaat Lembayung membuang pandangannya, ia tahu resiko yang dipilihnya saat ini hanya menjadikannya sebagai bayangan semu. Tidak lama perempuan itu mengamit lengan Senja dan mengikutinya masuk kedalam rumah.
Tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..
Lembayung membalikan badan dan terdiam sejenak. Ia mulai merasakan wajahnya yang sudah merah padam. Air mata sudah mengembang disudut matanya yang sipit, lalu perlahan menetes ke pipi. "Aaahh kenapa aku harus menangis dan kenapa air mata ini tidak mau berhenti mengalir, hei..aku tidak sedih!! ucapnya setengah teriak. Dihapusnya lagi dan lagi air mata itu dengan sapu tangan. Dihembuskannya nafas itu kuat-kuat sambil terus berjalan menyusuri arah pulang.
Tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..
"Tuhan masih menyuruh ku untuk bersabar, karena kelak kebahagiaan akan menghampiriku..entah dengan cara seperti apa" ujarnya pelan.
Satu dari beberapa cerpen yang pernah saya buat dan publish diblog sebelumnya, sekarang..sudah meluangkan waktu sedemikian lama pun, inspirasi sulit datang ..apakah itu artinya saya harus keluar dari pekerjaan dan mencoba sebuah peruntungan baru?
.png)
